Entri Populer

Entri Populer

Translate

Translate

Google+ Badge

Google+ Badge

Google+ Followers

TAREKAT

TAREKAT
TASAWUF

Jumat, 26 April 2013

Silsilah tarekat naqsyabandiyah


SILSILAH DAN PERUBAHAN NAMA TAREKAT NAQSYANDIYAH
SILSILAH 
Silsilah lengkap Tarekat Naqsyabandiyah yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. S. S.Kadirun Yahya bermula dari Allah SWT mengutus Malaikat Jibril Alaihis Salam untuk mentalqinkan rahasia yang amat sangat halus kepada hamba-Nya yang amat suci, kekasih-Nya yang utama, yaitu Nabi Muhammad SAW, dan dari Nabi Muhammad SAW turun kepada :  
1) Sayyidina Abu Bakar Siddiq radiyallahu ta’ala anhu (r.a.)
 2) Sayyidina Salman Al-Farisi r.a
3) Al Imam Sayyidina Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar As Siddiq r.a.
4) Al Imam Sayyidina Ja’far As Shadiq r.a
5) Al ‘Arif Billah Sultanul Arifin Asy Syekh
6) Al ‘Arif Billah Asy Syekh Abul Hasan Ali bin Abu Ja’far AlKharqani q.s
7) Al ‘Arif Billah Asy Syekh Abu Ali Al-Fadhal bin Muhammad Aththusi AlFarimadi q.s. Dari beliau turun kepada wali Allah,  
8) Al ‘Arif billah Asy Syekh Abu Yakub Yusuf AI-Hamadani bin Ayyub bin Yusuf bin AI-Husain q.s.
9) Al ‘Arif Billah Asy Syekh Abdul Khaliq AI-Fajduwani Ibnu Al-Imam Abdul Jamil q.s.
 10) Al ‘Arif Billah Asy Syekh Ar Riwikari q.s dll .

Untuk lebih lengkapnya anda bisa membuka ke alamat http://www.muridsufi.web.id/2010/01/pengenalan-tarekat-naqsyabandiyah.html



Selasa, 23 April 2013

Sufi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sufi adalah istilah untuk mereka yang mendalami ilmu tasawwuf, yaitu ilmu yang mendalami ketakwaan kepada Allah swt.Yang sebagaimana seperti berdzikir. Istilah sufi [orang suci] akhirnya dipakai oleh dunia secara luas, bukan saja untuk tokoh agama dari agama tertentu, tetapi bagi seseorang yang secara spiritual dan rohaniah telah matang dan yang kehidupannya tidak lagi membutuhkan dan melekat kepada dunia dan segala isinya, kecuali untuk kebutuhan dasarnya saja. Sufi dalam konteks ini diamalkan sebagai cara sejati untuk memurnikan jiwa dan hati, mendekatkan diri kepada Tuhan dan mendekatkan diri kepada SorgaNya [menjauhi dunia]. Di agama Budha, dikenal sebagai tahap arupadatu [berbeda dengan kamadatu/kamasutra], di agama Nasrani dikenal sebagai biarawan/ biarawati sebagai cara menjalani kehendak Tuhan secara full/penuh dan memerdekakan diri dari budak kesenangan dunia dst.
sufisme



TAREKAT NAQSYABANDIYAH

      TASAWUF NAQSYABANDIYAH

KENAPA PERLU MEMPELAJARI TASAWUF –TAREKAT ?

 عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ 
  وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Artinya : Dari Saidina Umar bin Khathab r.a., beliau berkata,”Pada suatu hari ketika kami bersama-sama Rasulullah SAW, datang seorang laki-laki berpakaian putih dan rambut hitam, tetapi tidak nampak tanda-tanda bahwa dia orang musafir dan kami tidak seorang pun yang kenal dengan orang itu. Dia duduk berhadapan dengan Nabi dengan mengadu lututnya dengan lutut Nabi dan meletakkan tangannya di atas pahanya, lalu dia bertanya, "Wahai Muhammad, coba ceritakan kepadaku tentang Islam. Nabi menjawab, "Islam ialah engkau mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu Rasulullah, engkau kerjakan shalat, engkau kerjakan zakat,engkau lakukan puasa Ramadhan, engkau naik Haji kalau kuasa.Laki-laki itu menjawab, "Benar"."Kami heran", kata Umar bin Khathab. Dia bertanya dan dia pula yang membenarkan.
Lalu dia bertanya lagi, "Coba ceritakan tentang Iman !" Nabi menjawab, "Iman ialah supaya engkau percaya kepada Allah, malaikatNya, RasulNya, hari akhirat dan percaya dengan takdir baik dan buruknya”Dia menjawab, "Benar !"
Dia bertanya lagi, "Apa Ihsan itu ?" Nabi menjawab, "Bahwa engkau menyembah Tuhan seolah-olah engkau melihat-Nya, tetapi kalau engkau tidak dapat melihat-Nya maka dia melihat akan engkau. " …(HR Imam Bukhari dan Muslim) 
Dari Hadis tersebut jelaslah terlihat ada 3 (tiga) hal pokok di dalam Agama Islam, yaitu ISLAM, IMAN dan IHSAN.  
Bila Tasawuf hanya diartikan sebagai banyak berpuasa, tidak mau diajak korupsi, atau hanya diartikan sebagai suatu sikap keilmuan, orang memang tidak usah ikut Tarekat atau tidak perlu mengambil salah salah satu bentuk Tarekat. Akan tetapi, bila Tasawuf sudah mencapai pengertian Riyaadhah (latihan dengan menempuh berbagai tingkatan tertentu), orang harus mengambil tarekat. Harus ada bentuknya, apa pun namanya –Naqsyabandiyah, Qadiriyah dan sebagainya. Misalnya, bila ada orang yang menganggap bahwa Tarekat atau Tasawuf itu adalah bid’ah, anda dapat mengatakan bahwa sebelum menjadi rasul pun, Nabi Muhammad sudah menjadi seorang Sufi. Para sahabat yang tinggal di shuffah pun ternyata tidak diusir oleh Nabi saw. Bahkan, Nabi saw meminta para sahabat lain untuk membantu memberi makan mereka. Untuk mengetahui yang batiniah itu ada methodenya itulah disebut Tasawuf,
 Jadi Tasawuf adalah suatu ilmu untuk mengetahui atau memperoleh pengetahuan yang tidak diperoleh melalui pengamatan empiris atau penalaran akal, tetapi diperoleh melalui latihan-latihan ruhani. 


 http://www.muridsufi.web.id/2010/01/pengenalan-tarekat-naqsyabandiyah.html
 NAQSYABANDIYAH